ADINDA | Wisata kincir angin selalu menjadi salah satu alasan utama wisatawan berkunjung ke Belanda. Di antara banyak destinasi yang menawarkan panorama khas Negeri Kincir Angin, Zaanse Schans menjadi tempat yang paling populer karena menghadirkan perpaduan sejarah, budaya, arsitektur tradisional, dan lanskap pedesaan yang masih terjaga hingga sekarang.
Popularitas kawasan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Berbagai laporan menyebutkan bahwa kawasan Zaanse Schans diperkirakan menerima sekitar 2,6 juta wisatawan sepanjang 2025, menjadikannya salah satu destinasi wisata paling ramai di Belanda. Sementara itu, Zaans Museum yang berada di dalam kawasan tersebut mencatat 92.600 pengunjung pada lokasi museum utamanya selama tahun 2025.
Tidak mengherankan apabila Zaanse Schans menjadi destinasi favorit wisatawan dari seluruh dunia. Kawasan ini menawarkan pengalaman melihat langsung kincir angin berusia ratusan tahun, rumah-rumah kayu tradisional, museum, hingga aktivitas masyarakat Belanda tempo dulu yang masih dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya nasional.
Mengenal Zaanse Schans, Destinasi Wisata Alam Terpopuler di Belanda
1. Bukan Desa Biasa
Banyak orang mengira Zaanse Schans merupakan sebuah desa tua yang masih bertahan hingga sekarang. Padahal, kawasan ini merupakan museum terbuka (open-air museum) sekaligus kawasan konservasi budaya yang berada di dekat Zaandijk, Provinsi Noord-Holland.
Bangunan-bangunan tradisional yang berdiri di kawasan ini berasal dari berbagai wilayah di Zaanstreek. Demi menyelamatkannya dari modernisasi, bangunan tersebut dipindahkan secara bertahap ke Zaanse Schans antara tahun 1961 hingga 1974 sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.
2. Destinasi Favorit Wisatawan Dunia
Keindahan lanskap pedesaan dengan deretan kincir angin yang berdiri di tepi sungai menjadikan kawasan ini sangat fotogenik. Selain wisatawan Eropa, pengunjung dari Asia, Amerika, hingga Timur Tengah menjadikan Zaanse Schans sebagai destinasi wajib ketika berkunjung ke Belanda.
Dengan estimasi sekitar 2,6 juta wisatawan pada 2025, kawasan ini termasuk salah satu ikon wisata budaya paling populer di Negeri Kincir Angin.
3. Ikon Budaya Belanda
Jika Amsterdam dikenal dengan kanal-kanalnya, maka Zaanse Schans identik dengan kincir angin tradisional yang menjadi simbol perkembangan industri Belanda sejak abad ke-17.
Di sinilah wisatawan dapat memahami bagaimana teknologi sederhana berupa tenaga angin pernah menjadi penggerak ekonomi Belanda selama ratusan tahun.
Sejarah Panjang Zaanse Schans
1. Asal-usul Nama
Nama Zaanse Schans berasal dari dua kata, yaitu Zaan, nama sungai yang membelah kawasan tersebut, serta Schans yang berarti benteng atau pertahanan.
Nama ini berkaitan dengan fungsi kawasan tersebut sebagai benteng pertahanan saat berlangsungnya Perang Delapan Puluh Tahun melawan Spanyol.
2. Kawasan Industri Berusia Lebih dari 400 Tahun
Wilayah Zaanstreek dikenal sebagai salah satu kawasan industri tertua di Eropa. Sekitar 400 tahun lalu, puluhan kincir angin digunakan sebagai mesin industri untuk berbagai kebutuhan produksi.
Beberapa di antaranya digunakan untuk:
- Menggergaji kayu
- Mengolah minyak
- Membuat cat
- Mengolah mustard
- Menggiling bahan pangan
Kincir minyak De Zoeker yang berasal dari tahun 1609 menjadi salah satu peninggalan tertua di kawasan ini. Sementara itu, rumah kayu Het Jagershuis yang dibangun pada 1623 menunjukkan bagaimana masyarakat Belanda hidup pada awal abad ke-17.
3. Pelestarian Kawasan Bersejarah
Ketika industrialisasi mulai berkembang, banyak bangunan tradisional terancam hilang. Oleh karena itu, pemerintah bersama masyarakat melakukan pemindahan rumah-rumah tua, gudang, dan bangunan industri ke kawasan Zaanse Schans.
Langkah tersebut berhasil menciptakan kawasan konservasi budaya yang kini menjadi salah satu contoh pelestarian arsitektur kayu terbaik di Belanda.
Daya Tarik Wisata Kincir Angin di Zaanse Schans
1. Melihat Kincir Angin yang Masih Beroperasi
Daya tarik utama kawasan ini tentu saja deretan kincir angin bersejarah yang sebagian masih digunakan hingga sekarang.
Beberapa kincir masih menjalankan fungsi aslinya sebagai penggiling minyak, penggergaji kayu, maupun pengolah bahan baku. Pengunjung bahkan dapat memasuki beberapa kincir untuk melihat langsung mekanisme kerjanya.
2. Rumah Kayu Tradisional
Rumah-rumah bercat hijau dengan jendela putih menjadi ciri khas Zaanse Schans. Arsitektur kayunya memperlihatkan bagaimana masyarakat Belanda membangun permukiman yang mampu bertahan menghadapi cuaca dingin dan lembap selama berabad-abad.
3. Museum dan Sentra Kerajinan
Selain menikmati panorama, wisatawan juga dapat menyaksikan proses pembuatan:
- Keju Belanda
- Sepatu kayu (clogs)
- Kerajinan tangan tradisional
- Produk khas Zaanstreek
Aktivitas tersebut membuat pengalaman berwisata terasa lebih interaktif dan edukatif.
4. Spot Foto yang Ikonik
Hamparan padang rumput hijau, kanal-kanal kecil, dan deretan kincir angin menciptakan pemandangan yang sangat khas Belanda. Tidak heran jika kawasan ini menjadi salah satu lokasi fotografi paling populer di Eropa.
Menjelajahi Zaans Museum
1. Museum yang Menceritakan Sejarah Zaanstreek
Untuk memahami sejarah kawasan secara lebih mendalam, wisatawan dapat mengunjungi Zaans Museum.
Museum ini berdiri pada 1994 dan dibuka untuk umum pada 1998 di dekat salah satu kincir angin pertama di kawasan tersebut.
Pada tahun 2025, museum ini mencatat 92.600 pengunjung di lokasi utamanya. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan terhadap sejarah dan budaya kawasan Zaan.
2. Koleksi Lebih dari 32.000 Benda Bersejarah
Zaans Museum menyimpan lebih dari 32.000 koleksi yang menggambarkan perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Zaanstreek sejak abad ke-17 hingga masa kini.
Beberapa koleksi unggulannya meliputi:
- Peralatan rumah tangga tradisional
- Pakaian masyarakat Belanda tempo dulu
- Material industri
- Lukisan
- Arsip sejarah kawasan
3. Koleksi yang Paling Menarik
Museum ini juga memiliki beberapa koleksi tematik yang terkenal, antara lain:
- Verkade Experience, yang mengisahkan sejarah industri biskuit dan cokelat Verkade.
- Tsar Peter House Collection, berkaitan dengan rumah kayu tempat Tsar Peter Agung dari Rusia pernah tinggal selama tujuh hari.
- Hembrug Collection, yang menampilkan sejarah kawasan pertahanan Amsterdam.
Selain itu, museum memamerkan sejarah industri pangan, perkapalan, hingga perburuan paus yang pernah menjadi bagian penting perkembangan ekonomi Belanda.
Salah satu karya seni paling terkenal adalah lukisan “The Voorzaan and the Westerhem” karya pelukis impresionis dunia, Claude Monet, yang merekam keindahan kawasan Zaan pada abad ke-19.
Tips Berkunjung ke Zaanse Schans
1. Datang Pagi Hari
Waktu terbaik menikmati kawasan ini adalah pagi hari ketika suasana masih tenang dan cahaya matahari sangat ideal untuk fotografi.
2. Gunakan Sepatu yang Nyaman
Sebagian besar area dapat dijelajahi dengan berjalan kaki. Oleh sebab itu, gunakan alas kaki yang nyaman agar perjalanan lebih menyenangkan.
3. Jangan Lewatkan Museum dan Workshop
Selain melihat kincir angin, sempatkan mengunjungi museum, toko keju, hingga workshop pembuatan sepatu kayu agar pengalaman wisata semakin lengkap.
Perjalanan dari Amsterdam ke Zaanse Schans
Salah satu keunggulan wisata kincir angin di Zaanse Schans adalah lokasinya yang sangat mudah dijangkau dari pusat Kota Amsterdam. Jarak antara Amsterdam dan Zaanse Schans sekitar 15–17 kilometer atau sekitar 17–17,5 kilometer melalui jalan raya. Karena lokasinya cukup dekat, kawasan ini menjadi destinasi favorit untuk perjalanan satu hari (day trip) bagi wisatawan yang sedang menginap di Amsterdam.
Tersedia beberapa pilihan transportasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran perjalanan, di antaranya:
- Mobil atau taksi: sekitar 16–18 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 17 kilometer, tergantung kondisi lalu lintas.
- Kereta api: dari Amsterdam Centraal menuju Stasiun Zaandijk–Zaanse Schans hanya membutuhkan waktu sekitar 17 menit, kemudian dilanjutkan berjalan kaki sekitar 15 menit menuju kawasan wisata.
- Bus umum: dari Amsterdam Centraal memerlukan waktu sekitar 40–44 menit, kemudian dilanjutkan berjalan kaki sekitar 15–20 menit hingga pintu masuk kawasan Zaanse Schans.
Dekat dengan Sultan Ahmet Mosque, Nyaman untuk Wisatawan Muslim
Selain menawarkan panorama kincir angin yang ikonik, Zaanse Schans juga memiliki keunggulan lain bagi wisatawan Muslim, yaitu keberadaan Sultan Ahmet Mosque di Kota Zaandam. Lokasi masjid ini cukup dekat dengan kawasan wisata sehingga memudahkan pengunjung untuk menunaikan ibadah tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
Dari pintu masuk Zaanse Schans menuju Sultan Ahmet Mosque, jaraknya sekitar 6 kilometer melalui jalan raya. Dengan kendaraan pribadi atau taksi, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 7 hingga 10 menit apabila kondisi lalu lintas normal.
Keberadaan Sultan Ahmet Mosque menjadi nilai tambah untuk wisata halal bagi wisatawan Muslim yang ingin menikmati liburan tanpa mengabaikan kewajiban beribadah. Setelah menikmati keindahan deretan kincir angin, rumah-rumah kayu tradisional, serta museum di Zaanse Schans, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju masjid untuk beristirahat sekaligus menunaikan salat dengan tenang.
Jelajahi Wisata Kincir Angin Belanda Bersama Adinda Azzahra Tour & Travel
Menjelajahi wisata kincir angin di Zaanse Schans akan terasa lebih nyaman apabila dilakukan bersama penyelenggara perjalanan yang memahami kebutuhan wisatawan Muslim. Selain menikmati panorama khas Belanda, perjalanan juga dapat dipadukan dengan kunjungan ke destinasi sejarah, pusat budaya, serta lokasi kuliner halal sehingga liburan menjadi lebih tenang dan berkesan.
Adinda Azzahra Tour & Travel merupakan perusahaan yang berfokus pada perjalanan wisata halal ke berbagai destinasi mancanegara, termasuk Belanda dan negara-negara Eropa lainnya. Dengan pengalaman menangani perjalanan wisata internasional, Adinda Azzahra menghadirkan itinerary yang dirancang nyaman, informatif, dan ramah bagi wisatawan Muslim.
Untuk informasi paket wisata Belanda dan Eropa, silakan menghubungi:
Adinda Azzahra Tour & Travel
Kantor Pusat / Operasional
Jalan Selat Bali No. 5 Blok E11 Kavling AL
Duren Sawit – Jakarta Timur 13440
Telepon: (021) 8660 5394 (Hunting)
WhatsApp: 0812 9563 6373
Website: adindaazzahra.id



No comment