ADINDA | Jakarta – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mengumumkan bahwa mulai 1 Juli 2026, proses keberangkatan jemaah umrah yang menggunakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan dilayani secara bertahap dan terpusat melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F.
Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor SE-DJPU 12 Tahun 2026 tentang Pengaturan Layanan Penumpang Angkutan Udara Haji dan Umrah Melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandar Udara Soekarno-Hatta.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menjelaskan bahwa terminal tersebut kini telah siap melayani seluruh kebutuhan keberangkatan jemaah umrah secara optimal.
“Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F terus melalui berbagai tahapan penyempurnaan operasional, dan kini siap secara penuh untuk melayani keberangkatan jemaah umrah yang menggunakan PPIU.”
Menurutnya, berbagai pembaruan dilakukan bukan sekadar menambah fasilitas, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhan jemaah yang akan menjalankan ibadah.
“Penyempurnaan pada terminal ini termasuk penataan dan penambahan fasilitas dan skenario operasional yang dirancang khusus untuk kenyamanan dan memuliakan jemaah umrah dalam memulai perjalanan ke Tanah Suci. Fasilitas yang terus disempurnakan ini siap melayani keberangkatan sekitar 2.000-3.000 jemaah haji setiap harinya di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Proses Check-in Lebih Cepat dan Terpisah dari Penumpang Reguler
Salah satu keunggulan utama Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F adalah tersedianya 20 konter check-in yang dikhususkan untuk jemaah umrah. Dengan sistem pelayanan yang terpisah dari penumpang reguler, proses pelaporan keberangkatan dan penyerahan bagasi dapat berlangsung lebih tertib dan efisien.
“Konter check in ini dikhususkan untuk pelaporan dan drop baggage bagi jemaah umrah, atau tidak bercampur dengan penumpang reguler, sehingga jemaah umrah dapat merasakan proses yang seamless, lebih cepat dan antrean lebih singkat,” jelasnya.
Bagi banyak calon jemaah, terutama yang berusia lanjut atau baru pertama kali bepergian ke luar negeri, kemudahan proses check-in menjadi faktor penting yang dapat mengurangi rasa cemas sebelum keberangkatan.
Area Tunggu Luas untuk Jemaah dan Keluarga
Selain layanan keberangkatan yang lebih tertata, terminal ini juga menyediakan area tunggu yang lebih luas dan nyaman. Fasilitas tersebut memungkinkan jemaah berkumpul bersama keluarga sebelum berangkat menuju Tanah Suci.
Momen perpisahan yang sering kali penuh haru dapat berlangsung dengan lebih nyaman karena tersedia ruang yang memadai bagi keluarga pengantar. Kehadiran masjid di dalam terminal juga menjadi nilai tambah tersendiri.
Dengan adanya fasilitas ibadah yang representatif, jemaah maupun keluarga dapat melaksanakan salat dan berdoa bersama dengan lebih khusyuk sebelum keberangkatan.
Pelayanan Lebih Fokus untuk Jemaah Umrah
Keunggulan lain dari terminal khusus ini adalah seluruh petugas pelayanan dan keamanan dapat memberikan perhatian penuh kepada jemaah umrah tanpa harus berbagi fokus dengan penumpang reguler.
“Seluruh staf bandara yang bertugas dalam pelayanan dan keamanan juga dapat fokus 100% memberikan asistensi kepada jemaah umrah, karena tidak ada penumpang reguler yang melalui terminal ini,” jelas Mohammad R. Pahlevi.
Kondisi tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih tenang, tertib, dan ramah bagi para jemaah, khususnya lansia maupun kelompok yang membutuhkan pendampingan khusus.
Penyempurnaan Dilakukan Secara Bertahap
Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F sebenarnya telah digunakan secara bertahap sejak tahun 2025. Pada 5 Maret 2025, terminal ini mulai melayani penerbangan charter umrah Garuda Indonesia sebanyak tiga kali dalam sepekan.
Kemudian, mulai 21 Maret 2025, penerbangan reguler Garuda Indonesia untuk jemaah umrah juga mulai dilayani melalui terminal tersebut dengan frekuensi yang sama. Sebelumnya, terminal ini juga telah melayani keberangkatan jemaah umrah menggunakan maskapai Lion Air.
Pengalaman operasional selama lebih dari satu tahun menjadi bekal penting bagi InJourney Airports dalam menyempurnakan fasilitas maupun skema pelayanan sebelum seluruh keberangkatan umrah dipusatkan di Terminal 2F.
Mulai 1 Juli 2026, seluruh proses keberangkatan jemaah umrah melalui PPIU dan berbagai maskapai penerbangan akan dilakukan secara terpusat melalui Terminal Khusus Keberangkatan Haji dan Umrah 2F.[]


No comment