ADINDA | Umrah merupakan impian hampir setiap Muslim. Kesempatan untuk menapakkan kaki di Masjidil Haram, mengelilingi Ka’bah, beribadah di Masjid Nabawi, hingga memanjatkan doa di tempat-tempat mustajab adalah nikmat yang sangat besar.
Namun, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan wisata. Umrah adalah ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, spiritual, administrasi, hingga finansial. Persiapan yang matang akan membuat Anda lebih fokus beribadah tanpa terganggu oleh berbagai kendala teknis selama berada di Arab Saudi.
Tidak sedikit jamaah yang mengaku baru menyadari pentingnya persiapan setelah tiba di Makkah. Padahal sebagian besar kendala sebenarnya dapat dicegah sejak masih berada di Indonesia.
Antusiasme Umrah Indonesia Terus Meningkat
Minat masyarakat Indonesia untuk melaksanakan umrah terus mengalami pertumbuhan setiap tahun.
Hingga April 2025, jumlah jamaah umrah Indonesia telah mencapai sekitar 648.485 orang, meningkat signifikan dibandingkan periode pascapandemi tahun 2022. Memasuki 2026, arus keberangkatan juga tetap tinggi. Pada Maret 2026, tercatat sekitar 58.873 jamaah Indonesia sedang berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah.
Indonesia juga konsisten menjadi salah satu dari tiga negara pengirim jamaah umrah terbesar di dunia, bersanding dengan Pakistan dan India. Sementara secara global, jumlah jamaah umrah telah mencapai lebih dari 15 juta orang hanya dalam kuartal pertama tahun 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa umrah kini bukan hanya menjadi cita-cita sekali seumur hidup, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup spiritual umat Islam Indonesia.
Karena tingginya jumlah jamaah, persiapan yang matang menjadi semakin penting agar ibadah berlangsung aman, nyaman, dan khusyuk.
Berikut adalah 11 persiapan wajib sebelum umrah dari Adinda Azzahra yang sebaiknya Anda lakukan sebelum berangkat ibadah umrah.
1. Niatkan ke Tanah Suci karena Allah
Sebelum memutuskan untuk berangkat umrah, luruskan niat, perbaiki niat yaitu ikhlas karena Allah SWT semata, bukan karena untuk lifestyle, bukan karena ingin dilihat bahwa dirinya sudah berumrah, seluruh kegiatan yang akan dijalani semata-mata karena Allah. Nah, setelah niatnya benar dan yakin dan manta, langkah berikutnya adalah memilih jasa travel umrah yang legal dan terpercaya.
2. Pilih Travel Umrah Resmi
Persiapan pertama sekaligus paling penting adalah memilih biro perjalanan umrah yang memiliki legalitas resmi. Sepertinya halnya Adinda Azzahra Tour & Travel yang telah memiliki legalitas resmi dari pemerintah.
Travel yang profesional akan membantu seluruh proses mulai dari pengurusan visa, tiket, hotel, transportasi, hingga pendampingan ibadah selama berada di Tanah Suci.
Ciri-ciri travel umrah terpercaya
- Memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)
- Memiliki kantor yang jelas
- Jadwal keberangkatan pasti
- Transparan mengenai hotel, maskapai, dan itinerary
- Memiliki pembimbing (muthawwif) yang berpengalaman
- Banyak testimoni positif dari jamaah
Jangan mudah tergiur harga yang jauh di bawah standar pasar. Pastikan seluruh informasi paket dijelaskan secara rinci sebelum melakukan pembayaran.
3. Lengkapi Dokumen dan Administrasi Sejak Awal
Banyak keberangkatan tertunda hanya karena dokumen belum lengkap.
Idealnya seluruh dokumen mulai dipersiapkan minimal 3–6 bulan sebelum jadwal keberangkatan.
Dokumen yang wajib disiapkan
- Paspor dengan masa berlaku minimal 6–8 bulan
- Visa Umrah (diurus melalui travel resmi)
- Sertifikat vaksin sesuai ketentuan terbaru pemerintah Arab Saudi
- KTP
- Kartu Keluarga
- Akta Kelahiran (bila diperlukan)
- Pas foto sesuai ketentuan
Buat salinan digital seluruh dokumen di ponsel maupun penyimpanan cloud sebagai langkah antisipasi apabila dokumen fisik hilang.
4. Persiapkan Kondisi Fisik dan Kesehatan
Banyak orang mengira umrah adalah ibadah ringan. Padahal selama beberapa hari jamaah akan berjalan cukup jauh setiap hari.
Aktivitas seperti thawaf tujuh putaran, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga perjalanan menuju masjid membutuhkan stamina yang baik.
Cara meningkatkan kebugaran sebelum berangkat
- Medical check-up terutama bagi lansia
- Berjalan kaki 30–60 menit setiap hari
- Latihan naik turun tangga
- Mengonsumsi makanan bergizi
- Istirahat cukup
- Mengonsumsi vitamin sesuai anjuran dokter
- Menyiapkan obat-obatan pribadi
Bila memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum berangkat.
5. Persiapkan Mental dan Spiritual
Tujuan utama umrah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena itu, selain tubuh yang sehat, hati juga perlu dipersiapkan.
Persiapan rohani yang dianjurkan
- Memperbanyak istighfar
- Memperbanyak shalawat
- Membaca Al-Qur’an setiap hari
- Melaksanakan shalat sunnah
- Berpuasa sunnah bila memungkinkan
- Memperbaiki hubungan dengan keluarga
- Meminta maaf kepada orang lain
- Meluruskan niat hanya karena Allah SWT
Persiapan spiritual yang baik akan membantu jamaah lebih khusyuk selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
6. Ikuti Manasik Umrah dengan Serius
Manasik bukan sekadar formalitas. Di sinilah jamaah mempelajari praktik ibadah secara langsung sehingga tidak kebingungan ketika tiba di Masjidil Haram.
Materi manasik biasanya meliputi:
- Tata cara ihram
- Niat umrah
- Thawaf
- Sa’i
- Tahallul
- Larangan selama ihram
- Doa-doa penting
- Tata tertib selama di Arab Saudi
Manfaatkan sesi tanya jawab sebanyak mungkin apabila masih ada hal yang belum dipahami.
7. Pelajari Fikih Umrah Secara Mandiri
Selain mengikuti manasik, luangkan waktu untuk memperdalam pemahaman mengenai ibadah umrah.
Belajar secara mandiri membuat jamaah lebih percaya diri saat menjalankan ibadah.
Anda dapat mempelajari:
- Rukun umrah
- Wajib umrah
- Sunnah umrah
- Hal-hal yang membatalkan ihram
- Doa-doa pilihan
- Adab di Masjidil Haram
- Adab di Masjid Nabawi
Sumber belajar dapat berasal dari buku, kajian ulama, video edukasi, maupun materi resmi dari Kementerian Umrah dan Haji.
8. Siapkan Pakaian dan Barang Bawaan Secukupnya
Bawalah barang seperlunya agar perjalanan lebih nyaman.
Untuk jamaah pria
- Kain ihram 2–3 set
- Sandal
- Kaos kaki
- Jaket tipis
- Pakaian ganti
- Payung lipat
- Masker
Untuk jamaah wanita
- Gamis syar’i 3–4 pasang
- Jilbab 3–4 buah
- Mukena 2 buah
- Kaos kaki
- Jaket tipis
- Sandal yang nyaman
Pilih bahan pakaian yang ringan, menyerap keringat, dan mudah dicuci.
9. Jangan Lupa Perlengkapan Pribadi
Perlengkapan kecil sering kali justru sangat dibutuhkan selama ibadah.
Checklist perlengkapan pribadi
- Sabun dan sampo
- Pasta gigi
- Sikat gigi
- Tisu basah
- Tisu kering
- Obat-obatan pribadi
- Power bank
- Charger
- Adaptor universal
- Botol minum
- Tas selempang kecil
- Buku doa atau aplikasi doa
Simpan perlengkapan penting di tas kecil yang selalu dibawa selama beraktivitas.
10. Persiapkan Keuangan dengan Bijak
Selain biaya paket umrah, jamaah juga perlu menyiapkan dana cadangan.
Komponen pengeluaran biasanya meliputi:
- Oleh-oleh
- Makanan tambahan
- Laundry
- Transportasi pribadi
- Keperluan darurat
Sebagian jamaah biasanya membawa uang tunai sekitar USD 500–1.000 sebagai dana cadangan, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Tips terbaik adalah mulai menabung 6–12 bulan sebelum keberangkatan agar tidak perlu berutang.
11. Fokus Beribadah Saat Sudah di Tanah Suci
Setelah seluruh persiapan dilakukan, kini saatnya menikmati setiap momen ibadah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama di Makkah dan Madinah antara lain:
- Jangan terpisah dari rombongan.
- Simpan nomor muthawwif.
- Catat alamat hotel.
- Minum air putih yang cukup.
- Manfaatkan waktu untuk beribadah.
- Hindari terlalu banyak berbelanja.
- Bersabar menghadapi kepadatan jamaah.
- Hormati aturan pemerintah Arab Saudi.
Semakin sedikit waktu dihabiskan untuk aktivitas yang tidak penting, semakin banyak kesempatan memperbanyak ibadah.
Checklist Persiapan Umrah
Agar lebih mudah, berikut ringkasan persiapan sebelum berangkat:
✅ Memilih travel resmi dan terpercaya
✅ Dokumen lengkap
✅ Paspor masih berlaku
✅ Visa selesai diproses
✅ Pemeriksaan kesehatan
✅ Olahraga rutin
✅ Mengikuti manasik
✅ Belajar tata cara umrah
✅ Menyiapkan perlengkapan
✅ Menyiapkan dana cadangan
FAQ Seputar Persiapan Umrah
Kapan sebaiknya mulai mempersiapkan umrah?
Idealnya sejak 6–12 bulan sebelum keberangkatan, terutama untuk menyiapkan dana, kesehatan, dan dokumen.
Apakah lansia boleh umrah?
Boleh, selama kondisi kesehatannya memungkinkan dan mendapat izin dari dokter.
Berapa lama latihan fisik sebelum umrah?
Minimal 2–3 bulan, sedangkan hasil terbaik diperoleh jika dimulai sekitar 6 bulan sebelum keberangkatan.
Apa barang yang paling sering terlupa dibawa jamaah?
Adaptor listrik, power bank, obat pribadi, sandal cadangan, serta salinan dokumen penting.
Saatnya Umrah bersama Adinda
Perjalanan menuju Tanah Suci merupakan salah satu perjalanan paling berharga dalam kehidupan seorang Muslim. Oleh karena itu, setiap tahap persiapan perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Mulai dari memilih travel yang terpercaya, melengkapi dokumen, menjaga kesehatan, memperkuat spiritual, mengikuti manasik, mempelajari fikih umrah, menyiapkan perlengkapan, hingga mengatur keuangan—semuanya saling melengkapi agar ibadah berjalan lancar.
Dengan persiapan yang matang, Anda dapat lebih fokus memperbanyak ibadah, memperdalam kedekatan kepada Allah SWT, serta berharap memperoleh umrah yang mabrur.
Konsultasikan rencana umrah Anda sekarang kepada ahlinya yaitu Adinda Azzahra, dan persiapkan perjalanan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan penuh keberkahan.[]


No comment