Rombongan Jamaah Umrah Plus Wisata Muslim Adinda Azzahra Melakukan Wisata Halal di Eropa Sebelum Menunaikan Ibadah Umrah, Eropa Barat
IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Tour Leader Muslim Indonesia (ATLMI) resmi diluncurkan di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Menurut penggagasnya, Priyadi Abadi kehadiran ATLMI dimaksudkan untuk mengisi kekosongan wadah profesi pemandu wisata (tour leader) di Muslim di Tanah Air.
“Sebetulnya, (pembentukan asosiasi) ini kebutuhan yang sudah lama dinantikan oleh teman-teman pelaku bisnis travel Muslim, dimana mereka para tour leader sebagai profesi belum memiliki rumah atau wadahnya. Nah, ini kita mau luncurkan,” kata Ketua Forum Komunikasi Biro Perjalanan Islami Indonesia (IITCF) Priyadi Abadi, yang ditemui di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta.
Dia menjelaskan bahwa keberadaan ATLMI nantinya akan berguna sebagai payung hukum yang menegaskan legalitas profesi pemandu wisata Islami. Di Indonesia, sejauh ini yang sudah ada hanya asosiasi pemandu wisata umum atau tak spesifik Muslim. Maka dari itu, terbentuknya ATLMI dapat dianggap sebagai terobosan untuk pelaku bisnis maupun konsumen wisata halal. “Asosiasi travel penyelenggara umrah dan haji, itu memang sudah ada. Tetapi pelakunya atau profesi tour leader belum ada. Jadi, inilah yang mau kita luncurkan. Kita yakin, akan banyak sekali yang bergabung,” ujarnya.
Dengan ATLMI, kata Priyadi para pemandu wisata Islami dapat menemukan perlindungan hukum bila sewaktu-waktu membutuhkan. Kemudian dia mengungkapkan ATLMI juga memiliki program-program sertifikasi profesi tour leader Islami. Hal ini untuk menjawab tantangan antara lain di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Sertifikasi memang itu kan program pemerintah dalam rangka standarisasi kepada profesi ini (pemandu wisata Islami) agar bisa bersaing. Apalagi kini era MEA, ada standarisasi ASEAN di dalamnya. Nanti kita juga bekerja sama dengan pemerintah.”
Dalam peluncuran ini, figur ketua umum ATLMI akan dipilih berdasarkan anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) asosiasi tersebut. Acara ini dihadiri sekitar seratusan orang yang terdiri atas para pebisnis biro perjalanan Islami, pihak maskapai penerbangan, dan media.
Dalam kesempatan ini, IITCF Foundation juga diluncurkan. Yayasan ini, menurut Priyadi, akan fokus pada pengumpulan dan pengelolaan dana sponsor dari publik serta CSR perusahaan-perusahaan.