Masjid al noor new zealand

ADINDA | Masjid Al Noor Christchurch bukan sekadar tempat ibadah bagi umat Islam di Selandia Baru. Masjid yang berada di 101 Deans Avenue, Riccarton, Christchurch, ini juga menjadi salah satu tempat penting untuk memahami perjalanan komunitas Muslim di Selandia Baru (New Zealand), terutama setelah tragedi 15 Maret 2019 yang mengguncang Christchurch dan dunia.

Dalam perjalanan wisata halal ke Selandia Baru, rombongan Adinda Azzahra Travel berkesempatan mengunjungi Masjid Al Noor pada 16-22 Agustua 2026.  Rombongan tersebut dipimpin oleh Lucy Purnama sebagai tour leader.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi agenda untuk menunaikan ibadah, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai bagaimana sebuah komunitas Muslim menjaga rumah ibadahnya sekaligus tetap membuka ruang bagi umat Islam untuk berkunjung dan beribadah.

Ada hal yang cukup menarik perhatian rombongan ketika hendak memasuki masjid. Menurut penuturan Lucy Purnama, akses masuk ke Masjid Al Noor perlu melalui prosedur yang telah ditetapkan pengurus. Pengunjung terlebih dahulu harus mendaftarkan diri kepada marbot atau pengurus masjid untuk memperoleh akses masuk. Setelah itu, jamaah menjalani proses pemindaian retina sebagai bagian dari sistem keamanan yang diterapkan di lokasi.

Lucy Purnama menjelaskan bahwa akses ke masjid tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Pengunjung harus terlebih dahulu melakukan registrasi kepada marbot atau pengurus untuk mendapatkan akses masuk.

“Untuk masuk masjid ini harus mendaftarkan diri ke marbot untuk diberi akses masuk,” ujar Lucy Purnama saat mendampingi rombongan.

Menurut penuturannya, jamaah yang masuk juga harus melalui proses pemindaian retina sebagai bagian dari sistem akses keamanan.

Bagi peserta tur, prosedur tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Sebab, wisatawan tidak hanya melihat sebuah masjid dari sisi arsitektur dan aktivitas keagamaannya, tetapi juga belajar bagaimana sebuah rumah ibadah menjalankan sistem keamanan setelah pernah mengalami peristiwa yang sangat berat.

Masjid Al Noor di Jantung Christchurch

Masjid Al Noor berada di kawasan Riccarton, Christchurch, tidak jauh dari Hagley Park dan Christchurch Botanic Gardens. Lokasinya membuat masjid ini berada di salah satu kawasan yang cukup mudah dijangkau ketika wisatawan menjelajahi pusat kota Christchurch.

Masjid ini dikelola oleh Muslim Association of Canterbury, organisasi yang telah berperan dalam perkembangan komunitas Muslim di wilayah Canterbury. Bangunan Masjid Al Noor mulai dibangun pada 1983 dan selesai pada 1985.

Secara fisik, masjid ini memiliki karakter arsitektur yang relatif sederhana. Namun, bagi komunitas Muslim Christchurch, nilai Masjid Al Noor jauh lebih besar daripada sekadar bangunan tempat shalat.

Di sinilah kehidupan keislaman komunitas Muslim Canterbury berlangsung. Masjid menjadi tempat untuk shalat berjamaah, kegiatan keagamaan, pendidikan, pertemuan komunitas, sekaligus ruang bertemunya umat Islam dari berbagai latar belakang.

Bagi wisatawan Muslim, keberadaan Masjid Al Noor juga menjadi pengingat bahwa kehidupan Islam di Selandia Baru telah berkembang sebagai bagian dari masyarakat multikultural negara tersebut.

Tragedi 15 Maret 2019 yang Menguatkan Komunitas

Nama Masjid Al Noor Christchurch tidak dapat dilepaskan dari tragedi 15 Maret 2019.

Pada hari itu, seorang teroris menyerang jamaah yang sedang melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al Noor sebelum kemudian menyerang Linwood Islamic Centre. Secara keseluruhan, 51 orang meninggal dunia dan 40 orang mengalami luka tembak dalam serangan tersebut. Pemerintah Selandia Baru kemudian membentuk Royal Commission of Inquiry untuk menyelidiki berbagai aspek yang berkaitan dengan serangan tersebut.

Masjid Al Noor menjadi lokasi serangan pertama. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai salah satu hari paling kelam dalam sejarah modern Selandia Baru.

Komunitas Muslim Christchurch menunjukkan keteguhan untuk kembali menjalankan kehidupan keagamaan. Masjid kembali dibuka tidak lama setelah serangan, sementara masyarakat Selandia Baru menunjukkan solidaritas yang luas terhadap komunitas Muslim.

Respons masyarakat setelah tragedi juga menjadi bagian penting dari sejarah Christchurch. Masjid-masjid menerima dukungan dari berbagai kelompok masyarakat, sementara berbagai kegiatan penghormatan dan solidaritas dilakukan untuk mengenang para korban.

Etika Berkunjung ke Masjid Al Noor

Bagi wisatawan Muslim yang mendapatkan kesempatan mengunjungi Masjid Al Noor, terdapat beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan.

1. Hubungi atau tanyakan kepada pengurus

Jangan langsung memasuki area masjid tanpa memastikan bahwa pengunjung diperbolehkan masuk. Untuk rombongan, koordinasi sebelumnya menjadi langkah yang jauh lebih baik.

2. Ikuti prosedur keamanan

Jika pengurus meminta registrasi atau proses identifikasi tertentu, ikuti prosedur tersebut dengan tertib. Pengalaman rombongan Adinda Azzahra menunjukkan bahwa prosedur keamanan dapat menjadi bagian penting dari kunjungan.

3. Kenakan pakaian yang sopan

Sebagai rumah ibadah, pengunjung perlu mengenakan pakaian yang menutup aurat dan sesuai dengan etika memasuki masjid.

4. Lepaskan alas kaki

Sebelum memasuki ruang shalat, pastikan alas kaki dilepas sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Hormati jamaah yang sedang beribadah

Hindari berbicara keras, mengambil foto secara berlebihan, atau mengganggu jamaah yang sedang shalat dan berzikir.

6. Jangan menjadikan sejarah tragedi sebagai sekadar objek foto

Masjid Al Noor memiliki sejarah yang sangat dalam bagi komunitas Muslim Christchurch. Karena itu, kunjungan sebaiknya dilakukan dengan sikap empati dan penghormatan.

Informasi Singkat Masjid Al Noor Christchurch

Informasi Keterangan
Nama Masjid Al Noor / Al Noor Mosque
Alamat 101 Deans Avenue, Riccarton, Christchurch, Selandia Baru
Kawasan Riccarton
Pengelola Muslim Association of Canterbury
Dibangun 1983–1985
Fungsi Tempat ibadah dan pusat kegiatan komunitas Muslim
Pengunjung Perlu mengikuti ketentuan dan prosedur akses yang ditetapkan pengurus

 

 

No comment

Tinggalkan Balasan