Wisata muslim brussels

ADINDA | Brussels bukan sekadar ibu kota Belgia, kota ini seperti panggung besar yang menampilkan perpaduan sejarah klasik, seni modern, hingga kuliner yang menggoda. Jalan-jalannya terasa hidup, penuh karakter, dan menyimpan cerita di setiap sudutnya. Cocok untuk yang ingin liburan santai tapi tetap berisi pengalaman budaya yang kaya.

Bayangkan memulai hari dengan berjalan santai di pusat kota tua, menikmati arsitektur megah, lalu berhenti sejenak untuk mencicipi wafel hangat yang harum. Itulah sensasi khas Brussels, kota yang terasa elegan tapi tetap ramah untuk dijelajahi dengan santai.

Menyusuri Jantung Kota yang Ikonik

Perjalanan di Brussels rasanya belum lengkap tanpa mengunjungi Grand Place. Alun-alun ini sering disebut sebagai salah satu yang terindah di dunia, dan begitu sampai di sana, alasan itu langsung terasa. Bangunan bergaya abad ke-17 dengan detail emas yang berkilauan mengelilingi area ini, menciptakan suasana yang dramatis sekaligus romantis.

Di siang hari, Grand Place terlihat megah dan fotogenik. Tapi saat malam tiba, lampu-lampu yang menyala memberikan nuansa hangat yang sulit dilupakan. Duduk sebentar di sini sambil menikmati suasana adalah pengalaman sederhana yang justru jadi highlight perjalanan.

Tak jauh dari sana, ada ikon kecil yang selalu mengundang senyum: Manneken Pis. Patung anak kecil yang sedang buang air ini mungkin terlihat sederhana, tapi justru itulah daya tariknya. Uniknya, patung ini sering dipakaikan kostum berbeda sesuai momen tertentu, mulai dari pakaian tradisional hingga kostum unik yang menghibur wisatawan.

Coklat-Belgia-Rudolf-Braun-halal

Coklat Bersertifikat Halal Samping Manneken Pis

Belgia terkenal dengan produsen coklatnya. Kini para wisatawan Muslim yang mengunjungi Kota Brussels, bisa menikmati beraneka pilihan coklat halal salah satunya yakni coklat Rudolf Braun yang prosesnya dibuat secara handmade dan sudah melegenda sejak tahun 1899.

Sejak tahun 2021, coklat Rudolf Braun telah meraih sertifikat halal. “Butuh waktu beberapa tahun bagi kami untuk meyakinkan pihak Rudolf Braun agar mengejar sertifikat halal. Apalagi pemberian sertifikat halal di Eropa sangat ketat persyaratannya,” kata Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF), Priyadi Abadi.

Ikon Futuristik di Tengah Kota Klasik

Kalau ingin melihat sisi lain Brussels yang lebih modern, kunjungi Atomium. Struktur raksasa berbentuk bola-bola besi ini dibangun untuk World Expo 1958 dan kini menjadi salah satu landmark paling terkenal di kota.

Dari kejauhan, bentuknya sudah mencuri perhatian. Tapi begitu masuk ke dalam, pengalaman jadi lebih menarik. Pengunjung bisa naik ke bagian atas untuk melihat panorama kota dari ketinggian. Pemandangan Brussels dari sini terasa berbeda, lebih luas, lebih modern, dan memberi perspektif baru tentang kota ini.

Menyentuh Sisi Religi dan Kerajaan

Brussels juga punya sisi spiritual dan historis yang kuat. St. Michael and St. Gudula Cathedral adalah salah satu gereja gotik paling mengesankan di Belgia. Bangunannya tinggi menjulang dengan detail arsitektur yang rumit, sementara bagian dalamnya terasa tenang dan sakral.

Tak jauh dari sana, berdiri megah Royal Palace of Brussels. Istana ini menjadi simbol kerajaan Belgia. Meskipun tidak selalu terbuka untuk umum, bagian luarnya saja sudah cukup untuk memberikan gambaran kemegahan dan sejarah panjang negara ini.

Surga Seni dan Budaya

Bagi pecinta seni, Brussels adalah destinasi yang sangat memanjakan. Royal Museums of Fine Arts of Belgium menyimpan koleksi karya seni dari berbagai era, mulai dari klasik hingga modern.

Yang unik dari kota ini adalah bagaimana seni tidak hanya ada di museum, tapi juga hadir di jalanan. Comic Strip Route adalah contoh nyata—mural karakter komik menghiasi dinding-dinding kota, menciptakan suasana yang playful dan penuh warna. Brussels memang dikenal sebagai rumah bagi banyak komik terkenal, dan jejak itu terasa kuat di sini.

Selain itu, ada juga Musical Instruments Museum yang tidak hanya menarik dari segi koleksi, tapi juga bangunannya yang bergaya Art Nouveau. Bahkan sebelum masuk, fasadnya sudah layak dijadikan objek foto.

Ruang Hijau dan Wisata Santai

Kalau ingin rehat sejenak dari hiruk pikuk kota, Parc du Cinquantenaire adalah tempat yang tepat. Taman luas ini punya gerbang melengkung yang ikonik dan suasana yang tenang—cocok untuk piknik ringan atau sekadar berjalan santai.

Untuk pengalaman unik, coba mampir ke Mini-Europe. Di sini, landmark terkenal dari berbagai negara Eropa ditampilkan dalam bentuk miniatur. Rasanya seperti keliling Eropa dalam satu hari, seru dan edukatif, terutama jika traveling bersama keluarga.

Jangan lupa juga menjelajahi Galeries Royales Saint-Hubert, galeri perbelanjaan elegan dengan atap kaca yang memukau. Tempat ini cocok untuk menikmati suasana klasik sambil window shopping atau sekadar duduk santai di kafe.

Tips Menjelajahi Brussels

Salah satu kelebihan Brussels adalah kemudahan aksesnya. Banyak destinasi utama berada di pusat kota dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Selain itu, transportasi umum seperti tram dan metro juga sangat efisien.

Waktu terbaik untuk menikmati kota ini adalah di pagi hingga sore hari saat cuaca bersahabat. Namun, jangan lewatkan juga suasana malamnya yang romantis, terutama di sekitar Grand Place.

Dari alun-alun bersejarah hingga mural komik yang penuh warna, dari gedung megah hingga wafel hangat di pinggir jalan, semuanya menyatu menjadi perjalanan yang berkesan.

Kalau sedang merencanakan liburan ke Eropa Barat, Brussels layak masuk dalam daftar utama. Kota ini menawarkan keseimbangan antara sejarah, budaya, dan kesenangan sederhana yang justru membuat perjalanan terasa lebih hidup.[]

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *