Ibadah Umrah Kembali dibuka, Adinda Azzahra Tour Tunggu Penjelasan Resmi Pemerintah

Umroh Plus Wisata Muslim Turki

KONTAN.CO.ID – JAKARTAKabar baik bagi Indonesia akhirnya datang usai Arab Saudi mengumumkan akan membuka ibadah umrah bagi jamaah Indonesia. Hal tersebut telah disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi melalui nota diplomatik.

Hal tersebut pun disambut gembira, tak hanya jemaah, namun juga biro jasa ibadah haji maupun umrah. Mengingat, ibadah umrah sudah cukup lama tidak diselenggarakan.

Walau begitu, Adinda Azzahra Tour tak mau terburu-buru untuk menawarkan paket umrah. Founder Adinda Azzahra Tour sekaligus Chairman Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi mengatakan, hal tersebut dilakukan karena sampai saat ini belum dapat informasi yang kongkret terkait regulasi, prosedur, pelaksanaan ibadah umrah, harga paket umrah maupun ketentuan yang harus diikuti jamaah.

“Kami sama sekali belum dapat penjelasan lebih lanjut dari pemerintah langsung,” kata dia. Karena itu, Adinda Azzahra Tour masih memilih untuk menunggu terkait hal kapan umrah mulai dibuka.

Priyadi menambahkan, pihaknya dan seluruh penyedia biro jasa ibadah haji maupun umrah mengapresiasi seluruh pihak yang terkait yang sudah bekerja keras untuk bisa lagi membuka umrah bagi jamaah negara Indonesia. Ini pun menjadi angin segar bagi pelaku usaha penyedia biro jasa haji dan umrah.

Peserta-Umroh-Plus-Eropa-Barat

“Ini yang kami tunggu-tunggu, bukan saya pribadi melainkan semua teman-teman pelaku usaha biro perjalanan haji dan umrah,” jelas Priyadi saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (11/10).

Lebih lanjut, dia bilang, sejumlah biro perjalanan ibadah haji dan umrah sudah berhenti beroperasi sejak adanya pandemi Covid-19 dan ini membuat pelaku usaha di sektor tersebut terpuruk.

Bahkan, ada pula biro perjalanan ibadan haji dan umarh yang tutup permanen dan beralih profesi demi untuk bertahan hidup. Sebenarnya, antusias masyarakat untuk mendaftar umrah masih besar. Tetapi karena belum ada kepastian soal regulasi umrah dari pemerintah, Adinda Azzahra memilih untuk belum membuka pendaftaran umrah.

“Untuk pelaksana ibadah umrah melalui nota diplomatik menetapkan masa periode karantina selama lima hari, kalau bisa ini dikurangin lagi menjadi dua hari,” tegas dia.

Priyadi mengkhawatirkan, jika ada peraturan baru bagi jamaah haji maupun umrah maka akan berdampak pada biaya tambahan seperti biaya tes PCR, biaya karantina dan lainnya. Ini pasti akan memberatkan bagi para jamaah. Adinda Azzahra Tour sendiri sudah terdapat booking pendaftaran sebelum adanya pandemi Covid-19 sebanyak 100 jamaah umrah, yang hingga sekarang masih tertunda keberangkatannya.

Asal tahu saja, harga paket umrah sebelum pandemi Covid-19 dimulai dari Rp 24 juta – Rp 27 juta, yang semua tergantung fasilitas yang dipilih oleh jamaah.

Lebih lanjut, Priyadi menyampaikan saat usaha haji dan umrah tidak melakukan operasional karena pandemi covid-19, Adinda Azzahra masuk dalam perusahaan Group sehingga memiliki bidang usaha lain yakni peminjaman atau penyewaan mobil dan membuka restoran. Dengan begitu, cara kita untuk bisa bertahan atau survive hingga saat ini.

“Harapannya perjalanan haji dan umrah benar-benar bisa dilaksanakan secepatnya dengan bertahap dan bila ada regulasi baru terhadap jamaah jangan dibebani dengan biaya tambahan karena mereka ingin melakukan ibadah,” pungkas dia.

Reporter: Ramadhan Sultan | Editor: Anna Suci Perwitasari

News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.