Masjid Dar Al-Arqam Edinburgh Skotlandia: Jejak Sejarah dan Harmoni Budaya

masjid dar al-arqam edinburgh

ADINDA | Masjid Dar Al-Arqam beralamat di 59 Lauriston Place di jantung kota Edinburgh ibu kota Skotlandia, salah satu negara konstituen dari Britania Raya (United Kingdom), terletak di pantai timur Skotlandia berdiri sebuah bangunan yang memancarkan kisah lintas zaman.

Bangunan ini bukan hanya tempat ibadah umat Muslim, tetapi juga saksi hidup dialog sejarah, budaya, dan spiritualitas yang saling mengisi. Dari luar, bangunan ini masih mempertahankan wujud Gotik abad ke-19 yang megah. Namun, di balik dinding batunya, denyut kehidupan komunitas Muslim modern Edinburgh berdenyut hangat dan terbuka.

Dari Gereja Gotik ke Pusat Spiritualitas Islam

Sejarah Masjid Dar Al-Arqam bermula jauh sebelum adzan berkumandang di Lauriston Place. Gedung ini awalnya dikenal sebagai Lauriston Church, sebuah gereja bergaya Gotik yang dirancang oleh arsitek Archibald Scott dan selesai dibangun pada tahun 1859. Selama lebih dari satu abad, bangunan ini menjadi tempat ibadah jemaat United Presbyterian Church, penganut Kristen Skotlandia.

Perjalanan sejarahnya berbelok pada tahun 1980, ketika komunitas Muslim Edinburgh membeli gedung tersebut. Pada fase awal, bangunan ini difungsikan sebagai pusat kegiatan sosial dan komunitas. Seiring waktu, sempat terjadi insiden kebakaran yang merusak sebagian struktur. Namun, semangat gotong royong dan dukungan donasi dari berbagai pihak memungkinkan restorasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Elemen arsitektur asli—seperti jendela melengkung, langit-langit tinggi, dan struktur batu khas Skotlandia—dipertahankan, seolah menegaskan bahwa masa lalu dan masa kini dapat hidup berdampingan.

Setelah melalui proses renovasi panjang, pada tahun 2012 bangunan ini resmi dibuka sebagai Masjid Dar Al-Arqam, dan kini dikelola oleh AMAL Charity (Amal Edinburgh), sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pelayanan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

Nama “Dar Al-Arqam” bukanlah pilihan sembarangan. Ia merujuk pada rumah Arqam bin Abi al-Arqam di Mekkah—tempat pertama Rasulullah SAW mengajarkan Islam secara sembunyi-sembunyi kepada para sahabat awal. Rumah itu menjadi simbol keamanan, pendidikan, dan pembinaan spiritual di masa-masa awal Islam.

Filosofi tersebut tercermin kuat dalam visi Masjid Dar Al-Arqam Edinburgh. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai ruang aman untuk belajar, berdialog, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Dengan semangat itu, Dar Al-Arqam menjelma sebagai pusat dakwah modern yang inklusif, terbuka bagi jamaah lokal maupun pengunjung dari berbagai latar belakang.

Arsitektur Unik dan Atmosfer yang Menenangkan

Keunikan Masjid Dar Al-Arqam terletak pada adaptasi arsitekturnya. Nuansa Eropa klasik berpadu dengan fungsi religius Islam, menciptakan atmosfer spiritual yang tidak lazim namun menenangkan. Langit-langit tinggi khas gereja Gotik kini menaungi saf-saf shalat, sementara cahaya alami dari jendela besar mengiringi lantunan doa dan dzikir.

Meski berada dalam bangunan bersejarah, masjid ini tidak tertinggal secara fasilitas. Teknologi modern hadir melalui layar informasi digital, sistem manajemen jamaah yang transparan, serta pengelolaan donasi berbasis daring. Perpaduan antara nilai sejarah dan kebutuhan masa kini membuat Dar Al-Arqam terasa relevan dan hidup.

Peran Masjid Dar Al-Arqam ini aktif menjadi pusat pendidikan dan sosial bagi komunitas Muslim Edinburgh. Program madrasah disediakan bagi anak-anak untuk mempelajari Al-Qur’an, akidah, dan nilai-nilai Islam sejak dini. Selama bulan Ramadan, masjid berubah menjadi pusat aktivitas intensif—mulai dari buka puasa bersama, shalat Tarawih, hingga kajian keislaman yang mempererat ukhuwah.

Melalui AMAL Charity, masjid ini juga berperan dalam kegiatan kemanusiaan. Fasilitasi donasi online yang aman memungkinkan jamaah dan simpatisan mendukung berbagai program sosial, baik di tingkat lokal maupun internasional. Inilah wajah Islam yang ditampilkan Dar Al-Arqam: peduli, partisipatif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Destinasi Wisata Halal Mancanegara

Dalam beberapa tahun terakhir, Masjid Dar Al-Arqam semakin dikenal sebagai bagian dari paket destinasi wisata muslim. Salah satu sosok yang aktif memperkenalkan masjid ini kepada publik adalah Priyadi Abadi pemilik Adinda Azzahra, pelaku dan penggerak wisata halal yang menjadikan Dar Al-Arqam sebagai salah satu destinasi dalam perjalanan di Skotlandia.

Dalam rangkaian tur yang ia kelola, masjid ini tidak hanya dikunjungi untuk menunaikan shalat, tetapi juga untuk memahami sejarah Islam di Eropa dan dinamika komunitas Muslim minoritas. Kegiatan wisata halal tersebut dipandu langsung oleh Priyadi Abadi.

Bagi wisatawan Muslim, kunjungan ke Dar Al-Arqam menjadi pengalaman yang bermakna: beribadah di ruang bersejarah, merasakan keramahan komunitas lokal, sekaligus menyadari bahwa Islam memiliki jejak yang kuat dan damai di berbagai belahan dunia. Masjid ini pun menjadi titik temu antara spiritual journey dan cultural journey.

Dengan lokasinya yang strategis di pusat kota, Masjid Dar Al-Arqam mudah diakses oleh penduduk lokal maupun wisatawan. Informasi jadwal shalat, kalender Hijriah, dan kegiatan terbaru dapat dipantau melalui situs resmi dan media sosial mereka, menegaskan keterbukaan dan konektivitas digital masjid ini.

Masjid Dar Al-Arqam adalah simbol integrasi budaya. Ia berdiri sebagai pengingat bahwa perbedaan dapat dirawat melalui dialog, adaptasi, dan saling menghormati. Dari gereja abad ke-19 hingga pusat dakwah modern, dari ruang ibadah hingga menjadi destinasi wisata muslim, Dar Al-Arqam terus menenun kisah tentang melihat yang berbeda bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai kekayaan yang memperkaya peradaban.[]

News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.